SEJARAH DESA LOBU
Pada zaman dahulu warga masyarakat yang berasal dari kulawi (suku kaili) sering keluar masuk hutan di wilayah seputaran Moutong untuk membuka lahan perkebunan. Mereka menemukan jejak kaki hewan yang disebut dengan nama Olobo, dalam bahasa daerah artinya kerbau. Dalam kesehariannya warga masyarakat sering menyebut wilayah itu dengan sebutan Olobo. Menurut cerita turun temurun dari para sesepuh bahwa wilayah tersebut dijadikan lahan perkebunan oleh masyarakat sambil memelihara kerbau. Seiring dengan perkembangan zaman kata Olobo berubah menjadi Lobu.
Pada masa kekuasaan Raja Tombolotutu, Lobu adalah markas pertahanan Raja Tombolotutu dalam menghadapi Belanda.
Raja Tombolotutu berperang melawan Belanda dimulai pada Oktober 1898 di Lobu yang merupakan markas Raja Tombolotutu setelah berkunjung ke kerajaan-kerajaan kecil di bawah kerjaaan Moutong. Kerajaan-kerajaan tersebut antara lain : Ampibabo, Kasimbar, Toribulu, Tomini dan Tinombo. Belanda menyerang Lobu dengan pasukan elite marsose, pasukan yang juga berperang di Aceh dan Jawa Tengah. Pertempuran tersebut dikenal dengan sebutan Perang Lobu I.
Di Lobu, Raja Tombolotutu juga dikenal sebagai Pua Darawati didampingi para tadulako (panglima perang) yang mengatur kelompok dengan 20-50 prajurit. Pasukan Raja Tombolotutu bermodalkan sumpit, tombak dan parang. Hal ini berbeda jauh dengan pasukan marose yang memiliki senjata canggih dan lengkap. Pertempuran berlangsung sekitar dua minggu dan memakan banyak korban dikedua belah pihak.
Raja Tombolotutu meninggalkan Lobu menuju pegunungan karena terdesak pasukan Belanda. Pertempuran berikutnya terjadi lagi di Lobu pada Oktober 1990. Belanda menerapkan taktik bumi hangus baik perkampungan maupun hutan tempat pasukan Raja Tombolotutu bergerilya. Lobu sebagai markas pertahanan Raja Tombolotutu luluh lantak. Banyak penduduk dan pasukan yang meninggal. Peristiwa itu dikenal dengan Perang Lobu II.
Seiring dengan perkembangannya Lobu adalah merupakan wilayah bagian utara (dusun VI dan VII) dari Desa Moutong Tengah. Kemudian pada tahun 2005 memisahkan diri dari wilayah Desa Moutong Tengah Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong.
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2005 Lobu teapatnya pada tanggal 10 Oktober 2005 berubah satus menjadi desa devinitif dengan nama Desa Lobu.
Sejak berdirinya Desa Lobu tahun 2005 sampai dengan saat ini sudah memiliki dua orang Kepala Desa yang masing-masing bernama :
- YASIR Hi. HUSEN (2005– 2007);
- DJUFRIN MUSLIN (2007-2013);
- DJUFRIN MUSLIN(2013-2019);
- DJUFRIN MUSLIN (2019-2025) yang kemudian mengundurkan diri pada tanggal 26 Juni 2023 disebabkan beliau mencalonkan diri sebagai calon legislatif.
Saat ini Desa Lobu di bawah pimpinan Pj. Kepala Desa yakni Bapak SUTARTO MAUMBU.
Dafris
17 Februari 2023 18:30:43
Hidup didesa memang nyaman dan tenang. gak ada hiruk pikuk atau kebisingan seperti di kota...